jujur

sering menanyai diri tentang kejujuran pada sebuah puisi. benarkah ada? saya berpendapat penulisan puisi terbahagi dua: pertama, kejujuran yang teramat (dari keikhlasan hati, perasaan, akal dan ilmu dan sebenar-benarnya).  kedua, pembohongan yang nyata (berpura-pura menyatakan sesuatu dalam puisi, bermain dengan kata-kata memuji, sedang hati berkata tidak). puisi-puisi saya banyak dalam yang pertama, sambil mengubahsuai mengikut kreativiti. dan sangat cuba mengelakkan untuk yang kedua, walaupun pernah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s